Home / Izin Pertanahan & Bangunan / Fungsi Dan Proses Pengukuran Bidang untuk Pengembalian Batas

Fungsi Dan Proses Pengukuran Bidang untuk Pengembalian Batas

Bila Anda memiliki tanah yang bersebelahan dengan tanah milik orang lain, sering kali mengalami perubahan batas tanah. Dan hal ini tentu saja akan mengakibatka kerugianbaik salah satu pihak maupun kedua pihak apabila tidak disahkan secara hukum. Sedangkan proses ini tentunya akan membutuhkan pengukuran bidang terutama dalam tujuan untuk menentukand dan mengembalikan batas tanah.

Pengembalian batas atau bisa disebut dengan rekonstruksi batas ini dilakukan karena sebelumnya pernah terjadi perubahan batas patokan tanah. Tentu saja perubahan ini perlu untuk segera diproses secara hukum agar kemudian menjadi legal dan kuat dimata hukum termasuk juga dilakukan pengukuran kembali untuk memastikan batas yang aktual atau sebenarnya.

Proses Pengukuran Bidang untuk Pengembalian Batas

Dengan begitu tidak akan lagi terjadi permasalahan di masa depan karena proses ini telah dilakukan secara legal. Lalu apakah memang sangat penting melakukan pengukuran kembali batas bidang tanah? Jawabannya adalah Ya, tentu proses ini sangat penting. Bahkan pengukuran kembali batas bidang tanah ini juga sangat berfungsi terutama apabila terjadi kejadian-kejadian seperti berikut ini:

  1. Memasang patokan atau batas tanah yang dulu hilang.
  2. Memasang dan menetapkan batas tanah dengan data pengukuran tanah pertama kali.
  3. Makin memperjelaskan batas tanah yang sedang dalam sengketa atau sedang dipermasalahkan.

Dengan adanya pengukuran yang jelas tentu saja akan makin menambah kemantapan baik pemilik maupun calon pembeli tanah Anda. Oleh karena itu proses pengukuran batas tanah ini sangat menjadi penting. Sebegitu pentingnya proses ini bahkan pemerintah meregulasi mengenai pengukuran bidang untuk pengembalian batas.

Read More :  Informasi Hak Guna Bangunan Perorangan Dan Cara Perpanjangannya

Proses ini diatur oleh pemerintah dalam beberapa peraturan diantaranya ialah didalam Peraturan pemerintah nomor 24 tahun 1997, Undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan pokok-pokok Agraria, dan lain sebagainya. Bahkan peraturan paling terbaru mengenai hal ini juga terbit tepatnya pada tahun 2010 yaitu dalam Peraturan Kepala BPN RI no 1 tahun 2010 yang mengatur tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan.

Lalu bagaimana cara untuk mengurus proses pengukuran kembali batas tanah atau pakotan ini?

Tentu saja Anda perlu melengkapi beberapa syarat seperti mengisi dan juga menandatangani formulir yang telah disediakan. Jangan lupa untuk melengkapinya dengan materai 6000 yang berkekuatan hukum. Formulir ini adalah surat penyataan yang berisi mengenai identitas diri Anda sebagai pemohon, penjelasan dan juga detail mengenai luas tanah, letak tanah, dan juga penyataan mengenai tanda batas yang telah dipasang.

Selain itu Anda juga harus melengkapi beberapa dokumen seperti surat kuasa tanah, identitas diri termasuk KTP Anda dan juga Kartu Keluarga. Nantinya dokumen identitas diri ini akan digunakan untuk mencocokkan kebenaran identitas diri Anda. Kemudian melengkapi pula dengan fotokopi akta pendirian, sertifikat tanah beserta dokumen-dokumen pendukung lainnya, dan lain sebagainya.

Proses ini tentu saja akan memakan waktu yang cukup lama dan juga biaya yang tidak sedikit. Karena akan membutuhkan waktu dan juga biaya untuk menyelesaikan prosesnya. Baik mulai dari verifikasi data administrasi, verifikasi dengan lapangan, melakukan pengukuran batas, memproses dokumen baru, dan lain sebagainya.

Read More :  Prosedur Lakukan Inbreng Atas Tanah Dan Satuan Rumah Susun

Sedangkan sering kali tak semua orang memahami alur yang benar dan hal ini menyebabkan ketidak efisienan dan ketidak efektifan. Oleh karena itu Anda bisa menyerahkannya kepada jasa yang melayani proses ini agar Anda bisa menyelesaikannya dengan cepat dan mudah tanpa harus terlibat secara langsung. Dengan begitu Anda bisa menyelesaikan pekerjaan lain yang lebih penting dan esensial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *